0971-321999 kristusrajamopah@gmail.com
Info Paroki
Pendaftaran Sekolah Minggu untuk Tahun Ajaran Baru telah dibuka. Silakan hubungi Sekretariat Paroki.
Pendaftaran Sekolah Minggu untuk Tahun Ajaran Baru telah dibuka. Silakan hubungi Sekretariat Paroki.
Misa Pemberkatan Gereja akan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2026.
Misa Pemberkatan Gereja akan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2026.
Mohon perhatian kepada seluruh umat untuk menjaga kebersihan lingkungan gereja setelah Misa selesai.
Mohon perhatian kepada seluruh umat untuk menjaga kebersihan lingkungan gereja setelah Misa selesai.
Pendaftaran Sekolah Minggu untuk Tahun Ajaran Baru telah dibuka. Silakan hubungi Sekretariat Paroki.
Pendaftaran Sekolah Minggu untuk Tahun Ajaran Baru telah dibuka. Silakan hubungi Sekretariat Paroki.
Misa Pemberkatan Gereja akan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2026.
Misa Pemberkatan Gereja akan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2026.
Mohon perhatian kepada seluruh umat untuk menjaga kebersihan lingkungan gereja setelah Misa selesai.
Mohon perhatian kepada seluruh umat untuk menjaga kebersihan lingkungan gereja setelah Misa selesai.

Sejarah Gereja

Perjalanan iman paroki dari masa ke masa

Sejarah Paroki Santo Yosef Bambu Pemali merupakan potret pertumbuhan iman di wilayah pinggiran Kota Merauke yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan pemekaran wilayah di Tanah Papua.

Berikut adalah uraian sejarah lengkapnya:

1. Masa Awal: Status Stasi (Era 1990-an)

Pada awalnya, wilayah Bambu Pemali merupakan bagian dari pelayanan Paroki Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke. Statusnya saat itu adalah sebuah Stasi. Umat yang bermukim di sana terdiri dari perpaduan antara masyarakat asli suku Marind dan para pendatang (transmigran) yang bekerja di sektor perkebunan, pertukangan, dan pegawai pemerintahan.

2. Pertumbuhan Umat dan Tantangan Geografis

Memasuki tahun 2000-an, pertumbuhan penduduk di sepanjang jalur keluar kota Merauke menuju arah Bambu Pemali meningkat pesat. Jarak yang cukup jauh ke gereja pusat (Katedral) membuat umat setempat merindukan pelayanan sakramen yang lebih dekat dan intens. Semangat umat dalam membangun Kombas (Komunitas Basis) menjadi motor penggerak bagi pihak Keuskupan Agung Merauke untuk mulai merencanakan peningkatan status wilayah ini.

3. Pembangunan dan Semar Swadaya

Pembangunan gedung gereja dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya umat. Gotong royong menjadi kunci; umat dari berbagai latar belakang etnis (Papua, NTT, Jawa, dan Toraja) bersatu untuk membangun rumah ibadah mereka. Peran para misionaris, terutama dari tarekat MSC (Missionarii Sacratissimi Cordis), sangat besar dalam mendampingi pembangunan fisik sekaligus pembinaan mental umat di masa transisi tersebut.

4. Peresmian Menjadi Paroki Mandiri (2004)

Titik balik sejarah terjadi pada tahun 2004. Berdasarkan keputusan Keuskupan Agung Merauke, Stasi Bambu Pemali secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Mandiri.

  • Nama Pelindung: Dipilih Santo Yosef, sosok tukang kayu yang sederhana, pekerja keras, dan pelindung keluarga. Nama ini dipilih agar menjadi teladan bagi umat setempat yang mayoritas adalah kaum pekerja dan keluarga muda yang sedang berjuang membangun ekonomi.

  • Pelayanan: Dengan status paroki, pelayanan administrasi gereja seperti Baptis, Krisma, dan Pernikahan mulai dikelola secara otonom di bawah bimbingan Pastor Paroki yang menetap di Pastoran Bambu Pemali.

5. Era Pengembangan dan Inkulturasi

Setelah menjadi paroki, Santo Yosef Bambu Pemali terus berkembang menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya. Beberapa pencapaian penting meliputi:

  • Integrasi Budaya: Perayaan liturgi mulai memasukkan unsur budaya lokal (inkulturasi), seperti tarian adat dalam perarakan persembahan.

  • Pusat Pemberdayaan: Gereja menjadi wadah pembinaan bagi Orang Muda Katolik (OMK) dan kelompok ibu-ibu (WKRI) dalam meningkatkan keterampilan hidup.

  • Pemekaran Provinsi: Seiring dengan Merauke menjadi ibu kota Provinsi Papua Selatan, posisi Paroki Bambu Pemali menjadi semakin strategis sebagai salah satu gerbang iman di wilayah pinggiran kota.

Ringkasan Sejarah:

  • Pra-2004: Stasi di bawah naungan Paroki Katedral Merauke.

  • 2004: Peresmian status Paroki Mandiri oleh Keuskupan Agung Merauke.

  • Hingga Kini: Terus bertumbuh sebagai komunitas iman yang mandiri dengan fokus pada pemberdayaan umat dan harmoni lintas etnis.